BONE – Momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan UPT SMPN 5 Watampone untuk menanamkan nilai kepedulian sosial kepada para pelajar melalui kegiatan berbagi sembako kepada masyarakat di sekitar lingkungan sekolah.
Kegiatan sosial ini merupakan bagian dari program pembinaan karakter pelajar yang bertujuan menumbuhkan rasa syukur, kepedulian, dan empati di kalangan siswa.
Kegiatan tersebut melibatkan guru, staf, serta para pelajar yang secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya untuk berbagi di bulan penuh berkah. Bantuan yang terkumpul kemudian disalurkan kepada warga yang membutuhkan di sekitar lingkungan sekolah.
Aksi sosial ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran langsung bagi para pelajar tentang pentingnya berbagi kepada sesama.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah ingin menumbuhkan rasa syukur sekaligus empati di kalangan pelajar sejak dini. Para siswa juga dilibatkan langsung mulai dari proses pengumpulan hingga penyerahan bantuan kepada penerima manfaat.
Kepala UPT SMPN 5 Watampone, Hanatang, mengatakan bahwa kegiatan berbagi tersebut memiliki nilai pendidikan yang penting dalam pembentukan karakter pelajar.
“Melalui kegiatan berbagi di bulan Ramadhan ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai keikhlasan, kepedulian sosial, serta rasa syukur kepada para pelajar. Pendidikan tidak hanya tentang akademik, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak yang mulia,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Ia menambahkan, keterlibatan langsung para pelajar dalam kegiatan sosial seperti ini diharapkan mampu memberikan pemahaman nyata tentang arti berbagi dan pentingnya membantu sesama.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Para pelajar terlihat antusias saat menyerahkan paket sembako kepada warga penerima manfaat.
Momen tersebut menghadirkan suasana haru sekaligus kebahagiaan yang mencerminkan semangat Ramadhan sebagai bulan yang penuh kasih dan kepedulian.
Melalui kegiatan ini, UPT SMPN 5 Watampone berharap nilai-nilai berbagi dapat terus tumbuh di lingkungan sekolah sekaligus mempererat hubungan antara sekolah dengan masyarakat sekitar.
Dengan begitu, keberadaan sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi lingkungan. (*)















Komentar