BONE — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bone akan melakukan diskresi pada sejumlah arus lalu lintas di wilayah Kota Watampone dalam rangka mendukung kelancaran pemberangkatan calon jemaah haji Kabupaten Bone tahun 2026.
Pengaturan ini diberlakukan Selasa (21/4/2026) mulai pukul 20.00 WITA hingga Rabu (22/4/2026) pukul 05.00 WITA, dengan titik fokus di sekitar Masjid Al Markaz Al Ma’arif, jalan Jendral Ahmad Yani Kecamatan Tanete Riattang.
Kasat Lantas Polres Bone, AKP Riyanda Putra Utama, mengatakan langkah ini dilakukan demi memastikan perjalanan para calon jemaah haji berjalan aman, tertib, dan lancar hingga menuju titik pemberangkatan.
“Dalam rangka mendukung kelancaran pemberangkatan calon jemaah haji, kami melakukan diskresi pada beberapa arus lalu lintas. Ini demi memastikan perjalanan para tamu Allah SWT berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (21/4/2026).
Ia menjelaskan, dalam skema rekayasa lalu lintas, kendaraan dari Kota Bone menuju Kota Makassar akan diberlakukan dua jalur satu arah (one way), mulai dari depan Daihatsu hingga perempatan lampu merah Botos, yang dikhususkan bagi kendaraan pengantar jemaah haji.
Sementara kendaraan dari arah Makassar menuju Kota Watampone akan dialihkan melalui Jalan Wahidin, kemudian melewati Jalan H.A. Mappanyukki (belakang Kantor Bupati), sebelum belok kanan menuju kawasan Masjid Al Markaz Al Ma’arif.
Adapun kendaraan pribadi dari arah Makassar diarahkan melewati Jalan Hos Cokroaminoto melalui Jalan Langsat dan seterusnya.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Polres Bone mengerahkan total 54 personel gabungan, terdiri dari 22 personel lalu lintas dan 32 personel operasi yang disiagakan di sejumlah titik strategis.
AKP Riyanda juga mengimbau masyarakat agar dapat memahami dan mematuhi pengaturan yang telah ditetapkan selama proses pemberangkatan berlangsung.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan untuk dapat memahami dan mematuhi arahan petugas di lapangan, serta menyesuaikan rute perjalanan. Ini demi kelancaran bersama,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk turut mendoakan para calon jemaah haji.
“Mari bersama kita doakan agar seluruh calon jemaah haji diberikan kelancaran, kesehatan, serta menjadi haji yang mabrur,” tutupnya.
Sementara itu, salah seorang warga Watampone, Rahmat (34), mengaku mendukung kebijakan rekayasa lalu lintas tersebut meski harus memutar jalur.
“Tidak masalah harus lewat jalan lain, yang penting pemberangkatan jemaah haji bisa berjalan lancar. Ini momen penting bagi keluarga mereka,” ujarnya.
Dirinya berharap pengaturan lalu lintas berjalan tertib.
“Biasanya memang ramai sekali, jadi dengan pengaturan seperti ini semoga tidak terjadi kemacetan parah,” katanya. (*)















Komentar