oleh

Bom Bunuh Diri di Depan Gereja Katedral Ingin Mengusik Harmonisasi Ummat Beragama di Sulsel

-RAGAM-2,527 views

Oleh: Ahmad Razak Dosen Psikologi UNM, Da,i IMMIM Ketua Umum API Sulsel

Fokusrakyat.com, MAKASSAR – Ditengah tengah kekhusyuan saudara kita ummat kristiani beribadah pada hari ahad tiba-tiba terusik dengan kejadian bom bunuh diri yang berlangsung begitu cepat dan melukai sejumlah Jemaah yang tengah beribadah. Tidak ada tanda tanda konflik sebelumnya dan terjadi begitu saja. Ini jelas-jelas perbuatan yang sangat biadab dan tidak berperi kemanusiaan. Aksi bom bunuh diri ingin  memecah belah ummat dan berusaha mengusik ketenangan, toleransi dan harmonisasi kehidupan ummat beragama di Sulawesi selatan khususnya di kota Makassar.

Siapapun aktor intelektualnya dan apapun motifnya mereka harus bertanggung jawab. Karena ini sangat merugikan semua pihak, utamanya penganut umat heragama.  Umat islam sendiri kini tengah berbenah  dan mempersiapkan diri menyongsong bulan suci ramadhan. Di bulan sya’ban ini merupakan bulan yang sangat dianjurkan di dalam agama Islam untuk memperbanyak ibadah dan sangat diharamkan didalamnya untuk melakukan kejahatan karena bulan sya’ban termasuk salah satu bulan haram (bulan yang dimuliakan).

Terkait dengan itu pula melakukan pengrusakan tempat ibadah jelas-jelas merupakan perbuatan yang sangat dzhalim dan terkutuk apapun alasannya. Ini sesuai dengan pesan al-Qur’an Surah al Baqarah ayat 114:  “Lalu, siapakah yang tepat dianggap lebih zalim daripada orang-orang yang berusaha melarang dan menghalang-halangi disebutnya nama Tuhan di tempat-tempat peribadatan serta berusaha menghancurkan tempat-tempat tersebut.

Padahal mereka tidak berhak memasukinya kecuali dalam keadaan takut kepada Tuhan. Kelak mereka (yang menghancurkan tempat-tempat peribadatan) akan mendapatkan kesengsaraan di dunia dan siksaan yang berat di akhirat”.

Menurut hemat penulis bom bunuh diri yang terjadi di gereja katedral Makassar adalah pola-pola lama yang sering digunakan oleh kelompok-kelompok radikal yang tidak berperi kemanusiaan. Karakter terorisme dan radikalisme selalu menciptakan kekacauan, rasa tidak aman, menebarkan ancam dan tidak menghargai peradaban. Masyarakat dan seluruh komponen bangsa tidak boleh lengah dan tetap solid untuk terus bersama-sama melawan gerakan-gerakan radikal seperti ini.

Kabid humas polda Sulsel Kombes Pol E Zulfan menyampaikan bahwa umat beragama jangan terpancing dengan cara cara radikal seperti ini. Bagi umat kristiani tetap bersabar dan menahan diri, kepolisian akan segera bertindak secepatnya untuk mengungkap siapa aktor intelektual dibalik semua ini dan apa motifnya.  Ummat islam juga tetap menjalankan amaliahnya dibulan sya ban, tenangkan dan persiapkan diri memasiki bulan suci ramadhan.

Kebersamaan seluruh komponen bangsa dan umat beragama tetap kita rawat dengan baik. Polisi sebagai pengayom masyarakat terus berusaha secara profesional menindak tegas bagi kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab. Kabid humas polda mengharapkan peristiwa seperti ini tidak terulang kembali. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan